Senin, 22 November 2010

Langsing dengan Energi Positif

Ilmu psikologi membuktikan energi positif dapat membuat kita berhasil mencapai segala cita-cita, termasuk menurunkan berat badan. Iya, energi positif bisa membuat program diet kita sampai pada tujuan lebih cepat. Tidak percaya?

Saat berbicara mengenai energi positif, kita pasti mengdeskripsikannya sebagai mengatur otak untuk selalu berpikir positif terhadap segala yang terjadi pada diri kita. Apakah ini hal yang mudah atau justru sangat tidak mungkin? Justru disini letak tantangannya.

Karena sebenarnya, cara kerja energi positif hampir sama dengan program diet. Keduanya sama-sama melatih diri untuk mengikuti keinginan tubuh. Saat kita berhasil memilah mana yang dapat menyemangati kita agar tetap fokus mencapai cita-cita, maka kita telah memiliki energi positif.

Hal serupa juga kita terapkan pada program diet. Saat kita percaya akan kemampuan diri mengalahkan nafsu makan yang berlebihan, maka ‘energi’ program diet kita sebenarnya adalah energi positif. Dan kali ini, Prevention akan mengajak kita semua melakukan diet energi positif setiap hari dengan melakukan trik berikut ini:

Senin : Benahi peta pikiran kita.
Bagi banyak orang, program diet adalah penyiksaan padahal ini adalah salah satu cara agar kita bisa lebih bersyukur atas tubuh yang diberikan pada kita. Dengan menurunkan berat badan, kita telah menyelamatkan diri dari berbagai macam penyakit kronik. Ini artinya, kita punya waktu banyak untuk menikmati momen-momen bahagia bersama orang-orang tercinta.

Saat bobot mulai berkurang, kita tak perlu merasakan nafas yang tersengal-sengal setiap kali berjalan. Apakah ini yang dinamakan penyiksaan? Jadi mulailah fokus pada manfaat yang dapat kita nikmati dari program mengatur pola makan dan berolahraga teratur. Bayangkan kebahagiaan yang sudah menunggu kita cukup lama. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghampiri kebahagiaan itu.

Selasa : Tempatkan diri Anda pada posisi paling atas pada daftar prioritas.
Coba telisik, seberapa sering kita mengabaikan diri sendiri karena terlalu sibuk bekerja untuk perusahaan? Pernahkah terlintas saat kita mengabaikan kesehatan diri sendiri, maka bisa jadi ada masa di mana tubuh kelelahan dan tak dapat melakukan apa-apa? Cobalah untuk menyediakan waktu untuk diri kita sendiri. Apakah itu untuk pembentukan mental atau fisik kita. Dan satu-satunya cara pembentukan itu berjalan optimal adalah dengan menjadikan diri kita sebagai prioritas utama.

Konsekuensinya, kita harus berani menolak makanan berlemak pada saat menghadiri pesta. Atau memaksakan diri bekerja semalam suntuk hanya untuk membuat bos senang. Bagaimana pun juga tubuh butuh istirahat. Dan berilah hak ini secara khusus bagi diri kita sendiri, jangan selalu memenuhi tuntutan dari sekitar kita.

Rabu : Buat daftar kegiataan apa saja yang bisa membuat kita bahagia.
Sebisa mungkin, buatlah daftar yang mudah dilakukan dan tak berhubungan dengan makanan. Misalnya membaca buku, mendengarkan musik, belajar alat musik baru, atau belajar bahasa baru. Tujuannya adalah untuk mengalihkan ‘kesendirian’ kita yang selalu dikelilingi dengan makanan menjadi waktu memanjakan diri. Bonus lainnya, cara ini akan membuat kita punya pelarian yang positif setiap kali menghadapi masalah.

Kamis : Waktunya melakukan perawatan diri.
Minimal seminggu sekali kita memberikan reward pada diri. Yup, lingkarilah tanggal-tanggal yang tepat untuk memberikan rileksasi pada pikiran dan otot-otot tubuh. Pilihannya beragam, bisa pergi ke gym, spa, atau creambath. Ini lebih baik ketimbang duduk di depan televisi dengan mengunyah berbagai camilan tinggi sodium dan lemak.

Jumat : Nikmatilah makanan kesukaan kita.
Sebenarnya tak ada makanan ‘terlarang’ karena makanan adalah sebuah kebiasaan bukan isu moral. Artinya, saat kita makan yang harusnya terlintas di kepala adalah nikmat. Tapi kata nikmat bukan berarti harus makan dengan berlebihan. Karena bagaimana pun juga, Tuhan sudah menciptakan mekanisme yang sempurna agar kita mengerti kata cukup dalam setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jadi jangan paksa tubuh bekerja di luar sistemnya.

Sabtu : Olahraga itu harus menyenangkan!
Itu mengapa berhentilah mengaitkan olahraga dengan keringat bercucuran dan nafas yang tersengal-sengal. Pilihlah olahraga yang kita sukai, mulai dari berjalan di pantai, jogging sambil mendengarkan musik kesukaan kita, sampai berenang. Agar kesenangannya bertambah, sesekali ajaklah teman untuk berolahraga bersama. Dan buatlah variasi olahraga dua minggu sekali, sehingga kita selalu menemukan tantangan baru.

Minggu : Waktunya berbicara dengan diri sendiri.
Coba lakukan evaluasi, apa saja yang berhasil kita lakukan sesuai perencanaan dan apa saja yang meleset. Amati faktor pendukung dan penghambatnya. Jika ternyata kita lebih banyak mencapai titik keberhasilan, beri selamat pada diri sendiri. Tapi jika sebaliknya, semangati diri untuk melakukan yang terbaik bagi diri kita.

Sebenarnya, apa yang kita lakukan selama seminggu ini adalah manajemen pikiran. Kita membuat diri kita lebih rasional dalam bertindak, dan pikiran yang rasional akan mengkontruksi tingkah laku yang sejalan denngan apa yang kita pikirkan. Jadi, biarkan energi positif itu menghampiri dan menyusutkan bobot kita.

sumber: kompas.com

5 Aturan Makan untuk Perut Langsing

Kurangi jenis makanan dan minuman tinggi kalori, salah satunya cafe latte.
Untuk membentuk perut yang langsing, tak cukup hanya mengandalkan olahraga. Anda juga perlu lebih cermat memilih jenis makanan yang bisa membuat perut Anda kenyang lebih lama sehingga Anda tak tergoda untuk makan berlebihan. Berikut di antaranya:
1. Camilan: Kacang almon
Ketika hasrat ngemil datang, jangan membeli biskuit atau keripik. Sebaliknya, coba ambil kacang-kacangan. Hasil studi terbaru dari UCLA menunjukkan bahwa wanita yang mengemil kacang-kacangan ternyata dapat menyusutkan ukuran lingkar pinggangnya 50 persen lebih banyak daripada mereka yang tidak. Itulah sebabnya, ngemil kacang almon jauh lebih baik ketimbang ngemil biskuit, keripik, atau popcorn.
2. Lebih kenyang: Protein
Alih-alih menyantap makanan berlemak, lebih baik pilih protein. Jumlah kalori di dalam protein 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kalori yang ada di dalam lemak (dalam porsi yang sama). Jumlah kalori yang ada pada protein sama dengan karbohidrat. Akan tetapi, protein lebih lambat dicerna oleh lambung sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga mampu menurunkan produksi hormon ghrelin yang memicu nafsu makan.
Penelitian di Denmark terhadap 60 relawan membuktikan bahwa mereka yang porsi makanannya mengandung 25 persen kalori per hari dapat meluruhkan lebih banyak lemak hingga 12 persen. Sertakan sumber protein tanpa lemak, seperti dada ayam rebus tanpa kulit, yogurt, atau ikan laut, setiap kali makan.
3. Wajib: Serat
"Pencernaan yang lambat menyebabkan sirkulasi glukosa ikut melambat dan produksi insulin lebih sedikit. Walhasil, lemak yang menumpuk di perut bagian bawah juga jadi tidak banyak," kata Marie Saverd, MD, penulis buku The Body Shape Solution to Weight Loss and Wellness. Studi terhadap 2.900 relawan membuktikan bahwa relawan yang makan 25 gram serat setiap hari dapat menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan relawan yang menyantap serat kurang dari 25 gr per hari.
4. Jauhi: Pemanis buatan
Penelitian Purdue University membuktikan bahwa pemanis buatan lebih berisiko menyebabkan kegemukan ketimbang pemanis alami. Menurut data peneliti, pemanis buatan dapat menurunkan kemampuan tubuh mengenali rasa manis. Akhirnya, kita justru jadi terdorong makan yang manis-manis dalam jumlah lebih banyak.
5. Buang: Makanan tinggi kalori
Olahraga akan memberi hasil maksimal jika diikuti dengan pola makan yang baik. Dengan menyingkirkan makanan tinggi kalori, seperti cafe latte favorit, nasi, dan keju, otomatis jumlah asupan kalori kita jadi lebih sedikit. Padukan dengan program latihan secara teratur, maka berat badan akan turun sebanyak 15-22 kilogram dalam setahun.
sumber: kompas.com

Makan Perlahan Bikin Langsing

Para peneliti menemukan bahwa seseorang yang makan lebih cepat akan mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada makan lebih lambat. Karena, hormon glucagon yang dihasilkan pankreas untuk meningkatkan kadar gula dalam darah tubuh -berlawanan dengan insulin yang menurunkan kadar gula darah- bekerja lebih efektif dalam proses pencernaan yang lambat daripada saat mencerna dengan cepat. Selain itu, glucagon juga berfungsi sebagai pemberi "sinyal" ke hipothalamus untuk perasaan kenyang. Sehingga, dengan makan lebih lambat, Anda lebih cepat merasa kenyang dan porsi makn pun menjadi lebih kecil.

Manfaat Makan Lebih Lambat
Metode slow eating atau memperlambat proses makan, tidak hanya akan membantu tubuh untuk mengurangi porsi makan dan akhirnya membuat Anda lebih langsing. Namun juga memberi manfaat lainnya. Di antaranya:

1. Lebih Menyenangkan
Dengan makan lebih lambat, Anda lebih menikmati proses makan sehari-hari. Makan tidak lagi sekadar kebutuhan hidup, namun sebuah proses yang dapat dirasakan dan proses rekreasi. Jika selama ini Anda tak pernah memerhatikan tekstur, rasa, dan komposisi makanan yang Anda santap, kini sebaliknya, Anda juga tak harus menjalani diet super ketat yang menyiksa, namun cukup mengkonsumsi makanan sehat dan rendah lemak.

2. Pencernaan Lebih Baik
Proses pencernaan yang terpenting pada manusia sebenarnya terjadi di dalam mulut. Ketika enzim dalam saliva Anda mulai bekerja. Dengan mengunyah lebih lama, perut Anda mendapat "sinyal" mengenai makanan yang akan dicerna, misalnya jenis karbohidrat atau protein di dalam mulut. Sehingga, perut juga akan bersiap-siap dengan enzim yang tepat untuk menyambut makanan masuk.

3. Mencegah Resistensi Insulin
Dengan makan lebih lambat, tubuh Anda jugat tidak "kaget" dan melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk mengimbangi karbohidrat yang masuk. Sehingga fungsi pankreas Anda dapat terjaga dan produksi insulin dapat terus berjalan baik. Hal ini, membantu mencegah terjadinya pengurangan produksi insulin atau diabetes.

Tak ada salahnya mencoba metode sederhana ini. Tubuh lebih langsing tanpa diet menyiksa. Di samping itu, banyak pula manfaat lain yang bisa Anda peroleh.

sumber: kompas.com